April 18, 2024

Kurangnya Kecepatan Makx Untuk Balapan Ferrari di Musim F1 2023

tipsotomotif.web.id – Reporter F1 Giulano Duchessa baru- baru ini membeberkan salah satu alibi kenapa Ferrari kurang mempunyai kecekatan pacuan di Formula1 masa 2023.

Perbandingan kecekatan dalam satu lap versus kecekatan pacuan sangat nampak di GP Azerbaijan. Sepanjang bentuk sprint terkini, Charles Leclerc mencapai pole buat sprint serta pacuan penting, namun mobilnya sirna di kedua pacuan dikala Red Bull dengan gampang menyusulnya sehabis sebagian lap.

Ferrari terkini memakai ban sangat banyak dikala terkini serta memakainya dengan kurang baik dikala kehabisan cengkaman dini, tutur Giulano Duchessa. Sebabnya simpel: itu sedang belum memperoleh bobot yang diharapkan dari program aerodinamis.

Dengan melenyapkan kekakuan, Kamu memperoleh lebih banyak traksi, namun Kamu kesimpulannya terserang pantulan beresiko di belengkokan berkecepatan besar, yang ialah alibi musibah Leclerc.

Bagian balik seketika jadi jelas, beresiko kehabisan dampak hirup, lumayan buat membuat kemantapan mobil jadi darurat, tambahnya.

Dalam suatu postingan yang diterbitkan di Corriere della Gerak badan, Duchessa menarangkan gimana Ferrari SF- 23 berikan sangat banyak bobot pada ban, sedemikian muka alhasil mereka kehabisan cengkaman sehabis sebagian lap.

Baca juga :Ā Ketakutan Mulai Datang Bagi Rookie MotoGP

Belum lama, Duchessa menyamakan SF- 23 Ferrari dengan mobil tahun kemudian mereka, F1- 75. Mobil F1 2022 jauh lebih bagus sebab membagikan kemantapan aerodinamis dengan ban apa juga di jalan mana juga.

Tetapi SF- 23 merupakan kemajuan dari mobil lama, tetapi F1- 75 merupakan mobil yang sesuai dengan seluruh tipe ban serta di jalan apa juga, beriak ataupun tidak, tuturnya. Walaupun tidak mempunyai ahli mesin revolusioner, kemantapan aerodinamis aman dengan senantiasa membagikan banyak bobot pada ban sembari melunasi daya tahan dibanding dengan Red Bull.

Sebab SF- 23 berikan sangat banyak titik berat pada ban, regu tidak bisa mempunyai kecekatan pacuan yang bagus sebab ban mereka langsung berkebul sehabis sebagian putaran berlari.

Berakhir pacuan, Leclerc menarangkan alangkah sulitnya mengemudikan Ferrari SF- 23 sebab mobil bersikap berlainan dengan cara ekstrem dengan tiap- tiap kompon ban.

Kita beralih dari satu lingkungan ke lingkungan lain serta kita tidak sempat ketahui apa yang hendak terjalin di lingkungan terkini, tutur Charles Leclerc. Senantiasa tidak dikenal apakah mobil hendak bereaksi dengan bagus, apakah ban hendak terletak di jendela kanan.

Ini amat susah pula selaku pembalap buat memperoleh keyakinan diri serta buat membiasakan metode mengemudi Kamu sebab Kamu beralih dari satu set ke set yang lain serta mobil betul- betul terletak di jendela yang berlainan, tambahnya.